Dua Tahun Kebahagiaan


Sudah dua tahun lebih saya melepaskan status “bujangan” menjadi “berkeluarga” dan sudah begitu banyak pula pelajaran hidup berkeluarga yang saya peroleh. Sekedar informasi singkat, saya berasal dari Bandung sedangkan istri berasal dari Tasikmalaya. Di tahun pertama pernikahan, saya mendirikan usaha di Bandung sedangkan Istri bekerja di Tasikmalaya. Setiap Jum’at malam saya selalu pulang ke Tasik lalu senin pagi berangkat kembali ke Bandung dan hal itu saya lakukan selama satu tahun lebih.

Sayang usaha yang saya kembangkan berantakan

Awalnya saya sangat kecewa mengapa usaha yang saya jalankan bersama sahabat saya berujung pada kegagalan. Hal ini sempat membuat saya terpuruk karena setelah keluar dari perusahaan terakhir tempat saya bekerja, saya meninggalkan banyak hutang, tagihan, dan yang lebih menyedihkan lagi tidak mampu menafkahi istri secara layak.

Akhirnya setelah kegagalan-kegagalan tersebut, menjelang tahun kedua pernikahan saya memutuskan untuk hijrah ke Tasikmalaya dan membuka usaha di tempat kelahiran istri saya. Alhamdulilah, keputusan itu ternyata tepat. Usaha yang saya jalankan mulai dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang dapat saya berikan kepada istri meskipun nominal uangnya tidaklah besar.

Saya selalu berpikir positif pada semua kejadian yang menimpa diri saya. Dulu sekali saya pernah bercita-cita kelak apabila sudah berkeluarga saya ingin bekerja di rumah, dekat dengan istri dan anak, independen, kerja fun, tidak ada bos yang menekan, waktu untuk keluarga lebih banyak daripada waktu kerja, bekerja berkah, rumah dekat masjid, bisa beribadah dengan tenang dan beberapa hal lagi yang belum bisa saya sebutkan di sini.

Alhamdulilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengijabah (meluluskan) impian masa muda saya itu. Mungkin karena itu juga setiap saya buka usaha di Bandung (yang diharuskan saya untuk menetap) selama ini selalu mengalami kegagalan. Saya selalu berpikir kebahagiaan itu bukanlah materi, tapi kebahagiaan itu adalah kenikmatan dalam menjalani hidup di dunia dan menatap kehidupan di akhirat kelak. Berharap jangan pada manusia tapi berharaplah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala is a must.

Dua tahun perjalanan berkeluarga sebenarnya waktu yang masih sangat singkat, namun dalam dua tahun ini saya mendapatkan banyak pelajaran hidup. Semoga masih banyak hal-hal indah yang akan diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjadi pemimpin di keluarga kecil ini. Amin!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s