Production Assistant di Trans7


Pada postingan kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya selama 1,5 menjadi PA di Trans7 kepada rekan-rekan.

PA yang memiliki kepanjangan Production Assistant adalah sebuah profesi penting dalam dunia broadcast. Tanpa seorang PA, produser-produser tidak bisa menjalankan program-nya dengan lancar. Saya dan teman-teman sering bercanda kalau kepanjangan lain dari PA adalah Pembantu Acara, kadang saya tertawa sendiri kalau mendengar hal ini.
Dan memang kalau di lihat dari pekerjaannya PA adalah pembantu acara dan benar-benar pembantu loh. Bayangin aja PA punya tugas dalam keseluruhan program dari nyiapin program yang belum jadi sampai program itu selesai dilaksanakan. Wah kalau ingat masa-masa itu, hidup kayaknya cuma di kantor terus.

Nah, saya mendapatkan pekerjaan ini sewaktu saya mendaftar di Trans7 (dulu TV7) pada bulan April 2006. Saya terkesan sekali dulu, karena ini adalah pekerjaan pertama saya meskipun tidak sesuai dengan bidang kuliah yang saya geluti selama ini. Bulan pertama saya di TV7, saya belajar perihal broadcast secara instan alias langsung terjun ke lapangan. Kalau ingat jamannya belajar dulu lucu juga, karena pertama-tama yang saya pelajari adalah cara memfotokopi. Dari yang nge-jam kertasnya, hasilnya terbalik, dan banyak lagi masalah-masalah yang muncul selama saya mempelajari dan menggunakan mesin itu. Yah lumayan-lah, sekarang saya bisa foto kopi sendiri dokumen-dokumen saya.

Setelah saya dikuliahi selama 1 minggu, akhirnya secara teori saya mengerti tugas-tugas PA. Pada awalnya saya pegang acara Dreamband, wow…ini kan acara gue banget (slogan MTV). Excited banget waktu saya ditugaskan ke Dreamband, tapi karena di Dreamband sudah ada PA-PA senior, so saya kebagian ngatur masalah HT (Handy Talkie). Yah, saya terima aja tugas itu karena emang bagian dari tugas PA. Banyak banget pengalaman selama saya pegang acara Dreamband, ada suka dan duka-nya lah namanya juga kerjaan.
Nah suatu ketika saya ditugaskan ke program baru namanya SPORTAWA. Dulu tuh acara ini emang belum ada dan satu-satunya di negri ini. Saya berperan di acara ini dari masih bayi sampai bisa mencapai share 12 (Share adalah sebuah ukuran prestasi dalam sebuah program TV dan memperlihatkan jumlah persentase penonton yang melihat acara itu dari semua penonton TV di Indonesia).

Dari program inilah saya banyak belajar mengenai ilmu broadcast. Kalau di pikir-pikir semua orang yang ilmunya bukan broadcast, bisa bekerja di dunia ini. La wong banyak temen saya yang bekerja, bukan dari fakultas komunikasi jurusan broadcast. Ada yang dari Ekonomi, Pertanian, MIPA (seperti saya), Teknik, Bahasa, Marketing, dan masih banyak lagi. Tapi ya itu, ilmunya di peroleh berdasarkan pengalaman saja. Kalau disbanding-bandingin dengan teman saya yang benar-benar lulusan broadcast, bedanya jauh banget. Dia bisa mengerti masalah color bar, teknis, dll (dia special banget di bidang ini, karena teman-temannya yang lain ngga ada yang mengerti semengerti dia).

Kembali ke SPORTAWA, dari program ini saya belajar peran-peran lain di luar PA seperti menjadi PD (Program Director) atau yang biasa di sebut dengan sutradara, Creative, Editor, Wardrobe, Property, Set, Cameraman, Audioman, Lightingman, dll. Saya juga belajar kerjaan orang-orang dengan jabatan yang lebih tinggi di atas saya seperti Associate Produser, Produser, Eksekutif Produser, dan Manajer Produksi. Selain itu saya juga belajar hal-hal lain seperti nulis naskah, jadi reporter, ngurus artis, dll.

Pokoknya selama 1,5 tahun saya bekerja di broadcast, saya belajar banyak hal dengan menjadi PA. Karena dengan menjadi PA, saya berhubungan dengan semua orang yang ada di dalam organisasi TV.

Setelah saya memegang acara SPORTAWA saya berturut-turut memegang acara lain seperti SELAMAT PAGI, SELAMAT PAGI CERIA, NONTON BARENG LIGA INGGRIS, ONE STOP FOOTBALL, LIGA INGGRIS, KUIS, BELUM CUKUP GEDE, dll. Dengan memegang banyak acara selama 1,5 tahun itu saya mendapatkan banyak pengalaman yang tak terhingga banyaknya.

Lain kali saya post-kan apa yang terjadi selama saya bekerja di program-program itu, dan saya juga akan membagi informasi seputar pekerjaan yang ada di dunia broadcast setahu saya.

19 thoughts on “Production Assistant di Trans7

  1. Dennnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…………..!!!!!
    Yak ampyuuunn kangeeenn kaaamuuu!!!
    Ckckckckcckkk…jadi resign tuh sekarang kerjaan nya malah orgasme muluu??
    Gila lu yaah deen…Hahahahaha
    Mamapir2 atuh ke blog gue!!
    Kami disini kangen sama kamu…
    Kangen nyelain…
    Kangen ngerjain…
    hehehehe

  2. ada lagi den…

    PA…

    Penyambung Aspirasi….

    secara crew apa apa pasti nanya ama PA…

    hehehe…

    Penyambung Aspirasi…

    Bener juga, ‘Penyambung Aspirasi’.
    Tapi gw lebih setuju kalau di sebut ‘Penerima Amukan’ atau ‘Penerima Amarah’.
    Tapi apa pun itu tekanan yang di peroleh PA emang lumayan besar sih.

  3. Pak, Saya Ingin Belajar Lebih Banyak Tentang Broadcast. Tolong Kasih Tau Situs Apa Yang Bagus.. Terima Kasih Banyak

    Dear Taufik, sebenarnya situs broadcast yang bagus itu banyak banget. Coba aja kamu ketik kata kunci learn broadcast di google pasti banyak situs tutorial broadcast yang tampil. Hanya saja kamu bisa jadi seorang broadcaster hebat dengan cara langsung terjun ke lapangan.
    Saya dan teman-teman Trans pun begitu, malah mungkin karena terjun langsung ke lapangan, ilmu kami lebih berkompeten dibandingkan dengan orang-orang jurusan broadcast. Padahal kalau di bilang belajar, kami cuma belajar selama 3 bulan saja.
    Saran saya kalau ada lowongan di Trans, mending ikut aja. Karena di sana adalah Universitas Broadcast paling lengkap di Indonesia. Dah gitu kamu ngga perlu bayar biaya kuliahnya tapi malah kamu yang di bayar.

  4. Salam Kenal, mas.. kebetulan aku pernah magang di Trans7 jd PA. Sebulan aku disana…..wah emang berat jadi PA. Ibaratnya olahragawan, Ketika Lift tak kunjung datang, tangga darurat menjadi rujukannya…….gila, tiap hari dari lt 5 terus ke MCR yg jaraknya cukup jauh. Jd, perlu sarapan ekstra untul itu. Saya menyimpulkan istilah lain PA, yaitu KULKAS (maaf) Kuli Kaset. Lebih pasnya” Kerja Keras bagai Kuda, dibentak suruh lariin kaset) ya itulah sepenggal pengalaman. Dan saya amati kerjaannya Asprod sm Prod nyatai aja.

    Hmm..betul sekali pak. Namun anda baru merasakan sementara saja d sana. Sebenarnya kurang pas, kalau anda hanya menyampaikan hal2 negatifnya saja. Jujur, banyak teman saya yang menyukai pekerjaan d sana. Jadi semua itu tergantung dari masing2 orang yang bekerja d sana.
    Hehhe..Kulkas..hmm bagus juga. Cuma saya pikir, PA bukan cuma itu. Anda bisa memanggil PA dengan sebutan itu, mungkin karena anda bekerja d divisi news. Sedangkan saya dulu bekerja di divisi produksi. Nah, perbedaannya besar sekali mas. D produksi, seorang PA bisa belajar banyak hal, dari menjadi sutradara/Program Director, Editor, Creative, Flow produksi, bahkan sampai ke jadi artisnya sendiri (saya pernah mengalaminya🙂 ).
    Yah..anggap aja semua itu adalah pembelajaran. Karena setelah lulus dari sana, anda bisa pindah ke statsiun TV lain dengan ilmu yang banyak dan diakui.

  5. salam kenal..saya ahmad buseri…terima kasih atas artikel ini, saya jadi mengenal lebih jauh tugas seoranng PA, yang insya allah kalo diterima, saya juga akan menimba ilmu dengan menjadi seorang PA, semoga berkah, amien!

  6. P.A ma Asspro apa bedanya seh???

    Sama saja, hanya berbeda lokasi saja. Biasanya PA ada di stasiun TV sedangkan asspro biasanya dalam pembuatan film layar lebar.

  7. klo AE kerjaannya apa ya klo di stasiun TV itu?Trs kalo production secretariate job desnya ngapain?sama logistic and data assets management?
    Mhn maaf ya banyak bertanya..Butuh sekali jawabannya..

  8. Salam kenal,
    Saya Sherly Maulana, saya senang sekali dengan artikel anda. Artikel ini memberikan gambaran yang luas utk saya. Saat ini saya juga sedang magang d stasiun Tv Swasta d JKT, dan kebetulan saya di taruh di bagian PA, baru 1 minggu saya di sana, alhamdulillah saya senang menjalankannya.
    Seperti yg anda bilang di artikel, kalau di bagian PA merupakan awal dasar qta tuk mengenal smua dlm organisasi tersebut.
    Saya sedang memanfaatkan magang ini, agar nanti saya bisa di terima di stasiun tersebut sebagai PA sebagai awal pengalaman hidup saya. thank’s y atas informasinya.

  9. bang, ini kn aku mau register di TransCorp,, nah ini pndftaran tahap 4 aku masih gk ngerti,, disuruh memasukkan file berbentuk pdf/ppt ini maksutnya file.nya ini berisi tentang apa bang?? mohon bantuanya y bang,, makasih🙂

  10. Om Deny,kalo mahasiswa magang ambilnya sebagai PA,kira-kira nih apa-apa aja yang di lakuin pas magang?Apa porsinya sama dengan orang-orang yang udah menjabat sebagai PA di suatu program acara?Makasih om.

    • Biasanya kl magang posisinya sama dengan PA staf tp dgn kewenangan yg lebih minim. Misal PA staf punya tugas mulai dari pra sampai pasca syuting. Nah PA magang ada kalanya hanya memegang sebagian saja, tapi ada jg yg memegang semuanya yaitu jadi kepanjangan tangan PA Staf utk seluruh kegiatan mulai dari pra sampai pasca produksi.

      Salam
      Denny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s