Jual Sistem Manajemen Sekolah Ekattor

View on Path

Hidup Adalah Perjuangan


Hidup itu menurut saya adalah perjuangan dari berbagai macam lini kehidupan. Perjuangan hidup jg bukan didasarkan pada kebutuhan uang semata, semua tergantung dari kondisi manusia itu sendiri. Misalkan dari sisi finansial nih ya: kebanyakan orang miskin berjuang untuk mencari makan, kebanyakan orang berkecukupan berjuang untuk mencari penghidupan yg layak sedangkan orang kaya kebanyakan berjuang untuk mencari lebih banyak uang lagi.

Lalu kita berjuang di hidup ini untuk apa? Toh hidup itu kan hanya menunggu mati, lalu mengapa harus diperjuangkan. Berjuang menurut saya adalah untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan itu relatif adanya, tiap orang pasti memiliki taraf kebahagiaan yang berbeda-beda. Tugas kita sendiri lah yg harus mencarinya. So, poinnya adalah be yourself jangan ikut-ikutan orang.

Semoga kita semua bisa mencari kebahagiaan yg kita inginkan dalam hidup ini.

Dua Tahun Kebahagiaan


Sudah dua tahun lebih saya melepaskan status “bujangan” menjadi “berkeluarga” dan sudah begitu banyak pula pelajaran hidup berkeluarga yang saya peroleh. Sekedar informasi singkat, saya berasal dari Bandung sedangkan istri berasal dari Tasikmalaya. Di tahun pertama pernikahan, saya mendirikan usaha di Bandung sedangkan Istri bekerja di Tasikmalaya. Setiap Jum’at malam saya selalu pulang ke Tasik lalu senin pagi berangkat kembali ke Bandung dan hal itu saya lakukan selama satu tahun lebih.

Sayang usaha yang saya kembangkan berantakan

Awalnya saya sangat kecewa mengapa usaha yang saya jalankan bersama sahabat saya berujung pada kegagalan. Hal ini sempat membuat saya terpuruk karena setelah keluar dari perusahaan terakhir tempat saya bekerja, saya meninggalkan banyak hutang, tagihan, dan yang lebih menyedihkan lagi tidak mampu menafkahi istri secara layak.

Akhirnya setelah kegagalan-kegagalan tersebut, menjelang tahun kedua pernikahan saya memutuskan untuk hijrah ke Tasikmalaya dan membuka usaha di tempat kelahiran istri saya. Alhamdulilah, keputusan itu ternyata tepat. Usaha yang saya jalankan mulai dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang dapat saya berikan kepada istri meskipun nominal uangnya tidaklah besar.

Saya selalu berpikir positif pada semua kejadian yang menimpa diri saya. Dulu sekali saya pernah bercita-cita kelak apabila sudah berkeluarga saya ingin bekerja di rumah, dekat dengan istri dan anak, independen, kerja fun, tidak ada bos yang menekan, waktu untuk keluarga lebih banyak daripada waktu kerja, bekerja berkah, rumah dekat masjid, bisa beribadah dengan tenang dan beberapa hal lagi yang belum bisa saya sebutkan di sini.

Alhamdulilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengijabah (meluluskan) impian masa muda saya itu. Mungkin karena itu juga setiap saya buka usaha di Bandung (yang diharuskan saya untuk menetap) selama ini selalu mengalami kegagalan. Saya selalu berpikir kebahagiaan itu bukanlah materi, tapi kebahagiaan itu adalah kenikmatan dalam menjalani hidup di dunia dan menatap kehidupan di akhirat kelak. Berharap jangan pada manusia tapi berharaplah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala is a must.

Dua tahun perjalanan berkeluarga sebenarnya waktu yang masih sangat singkat, namun dalam dua tahun ini saya mendapatkan banyak pelajaran hidup. Semoga masih banyak hal-hal indah yang akan diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjadi pemimpin di keluarga kecil ini. Amin!

 

Bekerja Dengan Baik Itu Membahagiakan


 

Selain mencari uang, dalam bekerja kita mencari ketenteraman hati. Ketenteraman itu merupakan salah satu modal penting untuk mencapai tujuan tertinggi manusia yaitu ‘meraih kebahagiaan’. Jika tidak tenteram, tidak mungkin bisa bahagia kan? Makanya, kita membutuhkan pekerjaan yang bisa memberikan ketenteraman. Tapi, apakah kita sudah mendapatkan pekerjaan yang menenteramkan itu? Jika pekerjaan kita ‘normal’ alias tidak aneh-aneh, maka sebenarnya kita sudah mendapatkan pekerjaan yang menenteramkan itu. Tinggal bagaimana kita menjalani pekerjaan itu saja. Karena ketidaktenteraman hati itu bersumber dari cara menjalani pekerjaan yang baik dengan sikap dan perilaku serta tindakan yang kurang baik.  
 
Akhir pekan kemarin, saya mampir ke sebuah minimarket. Di meja kasir ada papan promo bertuliskan seperti ini: “Isi pulsa 100 ribu akan mendapatkan 2 pcs goodtime 80gram”. Tapi bukan karena promo itu saya membeli pulsa. Memang saya membutuhkannya untuk perpanjangan layanan BB yang sudah diputus sejak semalam. Ketika hendak membayar, kasirnya bilang begini;”Karena bapak beli pulsa 100rb, bapak bisa membeli goodtime ini hanya dengan harga 1,500 rupiah saja,” katanya sambil menunjukkan kemasan kue kering itu.
 
“Maaf saya tidak membeli selain yang saya butuhkan Mbak,” begitu jawab saya. Lalu saya pun membayar sesuai yang disebutkannya.
 
Setelah struk saya terima dia mengatakan “Pulsanya sudah masuk ya Pak.” 
Saya langsung mengecek, dan benar; pulsa sudah masuk.Lalu saya bertanya;”Goodtime hadiahnya mana Mbak?”
 
Sang kasir agak terperanjat. Sepertinya tidak mengharapkan saya bertanya demikian. Namun, saya segera menegaskan bahwa dipapan promo itu jelas tertulis ada hadiah 2 pcs goodtime untuk pembelian pulsa 100rb. Saya mempertanyakan; “Kenapa bukannya langsung diberikan, hadiahnya kok malah dijual dengan harga khusus?”
 
Saya bisa menangkap wajahnya yang menyiratkan ketidaknyamanan. Lalu ada kata-kata yang diucapkannya. Entah pembelaan diri, entah permintaan maaf. Saya tidak terlampau memperhatikannya lagi. Yang saya perhatikan adalah; bagaimana sikap dan cara bekerja yang tidak baik membuat dirinya berada pada situasi yang sangat menegangkan. Bagaimana seandainya saya melaporkan perilakunya kepada manager toko? Bagaimana seandainya saya memperpajang urusan itu. Bagaimana seandainya……
 
Hal yang sepele kan? Iyya. Tapi urusan sepele seperti itu pun sudah bisa merenggut ketenteraman hati kita dalam menjalani pekerjaan. Apalagi jika yang kita lakukan itu bukan lagi urusan sepele. Semakin besar bentuk keburukan yang kita lakukan dalam pekerjaan, semakin besar pula perasaan tidak tenteram yang bersemayam didalam hati kita kan. Meskipun profesi kita ini baik, namun perilaku buruk kita menimbulkan kegelisahan.
 
Sudah banyak bukti yang kita saksikan tentang betapa orang-orang yang berperilaku buruk itu akhirnya mesti menerima konsekuensi dari keburukan yang pernah dilakukannya. Bukankah banyak orang yang memegang posisi strategis yang akhirnya mesti masuk bui ya? Banyak orang yang mestinya menikmati masa tuanya dalam kehidupan yang tenang eh, malah ditangkap polisi dan diperkarakan. Sisa hidupnya yang mestinya adem ayem itu malah dihabiskan dalam ruang sempit berjeruji besi.
 
Ah, Dang itu kan hanya berlaku bagi pegawai negeri.
Eh, siapa bilang? Bukankan para pegawai negeri itu juga menyeret rekan-rekan ‘bisnis’ swastanya masuk bui juga? Jadi nggak cuman pegawai negeri saja loh yang bisa ditangkap. Pegawai swasta juga. Banyak pegawai swasta yang diberhentikan secara tidak hormat, namun tidak terekspos saja dimedia. Jadi kita tidak tahu.
 
“Ah, itu sih salah mereka sendiri. Ceroboh. Coba kalau mereka hati-hati. Kan nggak ketahuan. Kalau nggak ketahuan yang nggak bakal dipermasalahkan!” ada juga yang berprinsip demikian. Makanya, meski tahu resikonya; masih saja banyak yang mau melakukan hal-hal buruk dalam pekerjaannya. Kalau ketangkep, ya itu lagi sial saja katanya. Lagian juga kalau di swasta mah hukuman paling beratnya juga cuman dipecat doang. Jarang ada orang di perusahaan swasta yang masuk penjara, katanya. Jadi, ya udah dijalani saja.
 
Yang saya khawatirkan itu sebenarnya bukan dipecat atau dipenjara. Justru saya lebih mengkhawatirkan hilangnya nilai-nilai kebaikan didalam diri kita. Karena kita terbiasa melakukan hal-hal yang buruk. Lalu kita ‘menikmati’ hasilnya. Maka kita jadi ketagihan untuk melakukannya lagi. Dan lagi. Dan lagi. Bukankah hal itu juga merupakan penjara? Bukan penjara dalam pengertian harfiah, melainkan penjara yang mengerangkeng jiwa kita. Tampak luarnya saja kita ini orang bebas. Padahal jiwa kita, sudah terpenjara oleh dorongan dan hawa nafsu yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan kita.
 
Apalagi jika mengingat kita ini umat beragama. Ada persidangan lain yang melebihi persidangan manusia. Kalau sidang manusia mah, tinggal bayar pengacara handal saja. Bahkan media mengajarkan kepada kita betapa mudahnya membeli keadilan kan? Hakim dan jaksa saja banyak yang memperjualbelikan keputusannya kan kata media? Jadi, gampang banget untuk bisa lolos dari jerat hukum dunia. Tapi apakah kita bisa lolos dari jerat hukum Ilahi?
 
Pasti ada godaan dalam bekerja. Apalagi jika posisi yang kita pegang ini strategis. Godaannya datang dari luar dan dari dalam diri kita. Memang indah pada awalnya. Tapi keindahan semu itu membawa kita kepada akhir yang jauh dari ketenteraman dan kebahagiaan hakiki. Sedangkan menjalani pekerjaan dengan sebaik-baiknya; mungkin tidak menawarkan kita kemewahan dan penghasilan melimpah ruah. Hanya cukup saja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun kebersahajaan itu membuat kita tenteram lahir batin. Dunia akhirat.
 
Setidaknya, kita tidak harus membawa beban berat ketika kelak kita ditanya malaikat;”Bagaimana kamu menjalankan amanah pekerjaan yang dipercayakan kepadamu?” Kalau kita menjalani pekerjaan ini dengan baik, maka kita bisa menjawabnya dengan senang hati. Tenang. Dan tenteram kan? Bukankah untuk orang-orang yang melakukan kebaikan didunia Tuhan sediakan tempat bermukim yang baik dalam keabadian? Iman kita menyatakan bahwa menjalani pekerjaan dengan baik akan membawa kita kepada tempat kembali yang baik. Yaitu tempat dimana kebahagiaan hakiki yang didambakan oleh umat manusia berada.

Video Animasi Papan Tulis


Animasi iklan yang dapat digunakan untuk promosi bisnis atau usaha di media televisi periklanan, banner digital, dan pada saat anda melakukan presentasi.

Apakah rekan-rekan punya masalah dalam mempresentasikan produk atau jasa masing-masing? Sebagai contoh anda memiliki usaha di bidang jasa pembuatan baju muslim, dalam sehari anda menjelaskan detail usaha anda ke satu orang dengan menghabiskan waktu 10 menit lewat sosial media atau tatap muka. Misalkan lagi anda punya target menyebarkan informasinya ke 100 orang dalam waktu satu hari, jadi anda butuh 1000 menit atau kira-kira 16 jam. Well, waktu kerja anda habis hanya untuk sebarkan informasi 🙂

Kenapa tidak menggunakan video saja untuk presentasikan bisnis/jasa anda lalu upload ke Youtube dan share ke teman-teman anda yang mungkin hanya akan menghabiskan waktu sekitar 1-2 jam saja sehari. Setelah itu anda tinggal merespon calon-calon konsumen yang ingin membeli atau menggunakan produk anda. Alasan utama anda tidak melakukannya adalah MAHAL, biasanya biaya pembuatan video menghabiskan puluhan jutaan rupiah padahal durasinya hanya 1-2 menit saja. Selain itu pembuatan video juga bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan tergantung dari vendor nya 🙂

Oleh karena itu, saya menawarkan pembuatan video animasi papan tulis (whiteboard) dengan harga yang sangat terjangkau, dan GRATIS untuk pembuatan konsepnya. Video papan tulis sangat cocok untuk memvisualkan produk/jasa, dan pembuatannya tidak akan memakan waktu lama (sekitar 1 – 2 minggu).

BIAYA PEMBUATAN VIDEO ANIMASI PAPAN TULIS
HANYA RP 25.000 PER DETIK
PEMBUATAN KONSEP GRATIS
WAKTU PEMBUATAN 1-2 MINGGU

Bagi yang ingin membuat video animasi papan tulis (whiteboard) ini atau sekedar bertanya-tanya silahkan menghubungi saya. Saya siap membantu anda.

Denny Nugroho
089627109418
PIN BB: 74C515A0
dennynugrohomail@gmail.com
http://www.facebook.com/denny.nugroho
http://www.twitter.com/dennynugroho

Animasi Iklan Layanan Masyarakat


Animasi untuk iklan layanan seperti pemilihan calon legislatif (caleg), sosialisasi pemerintahan, sosialisasi produk, dan lain-lain.

Apakah rekan-rekan punya masalah dalam mempresentasikan produk atau jasa masing-masing? Sebagai contoh anda memiliki usaha di bidang jasa pembuatan baju muslim, dalam sehari anda menjelaskan detail usaha anda ke satu orang dengan menghabiskan waktu 10 menit lewat sosial media atau tatap muka. Misalkan lagi anda punya target menyebarkan informasinya ke 100 orang dalam waktu satu hari, jadi anda butuh 1000 menit atau kira-kira 16 jam. Well, waktu kerja anda habis hanya untuk sebarkan informasi 🙂

Kenapa tidak menggunakan video saja untuk presentasikan bisnis/jasa anda lalu upload ke Youtube dan share ke teman-teman anda yang mungkin hanya akan menghabiskan waktu sekitar 1-2 jam saja sehari. Setelah itu anda tinggal merespon calon-calon konsumen yang ingin membeli atau menggunakan produk anda. Alasan utama anda tidak melakukannya adalah MAHAL, biasanya biaya pembuatan video menghabiskan puluhan jutaan rupiah padahal durasinya hanya 1-2 menit saja. Selain itu pembuatan video juga bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan tergantung dari vendor nya 🙂

Oleh karena itu, saya menawarkan pembuatan video animasi papan tulis (whiteboard) dengan harga yang sangat terjangkau, dan GRATIS untuk pembuatan konsepnya. Video papan tulis sangat cocok untuk memvisualkan produk/jasa, dan pembuatannya tidak akan memakan waktu lama (sekitar 1 – 2 minggu).

BIAYA PEMBUATAN VIDEO ANIMASI PAPAN TULIS
HANYA RP 25.000 PER DETIK
PEMBUATAN KONSEP GRATIS
WAKTU PEMBUATAN 1-2 MINGGU

Bagi yang ingin membuat video animasi papan tulis (whiteboard) ini atau sekedar bertanya-tanya silahkan menghubungi saya. Saya siap membantu anda.

Denny Nugroho
089627109418
PIN BB: 74C515A0
dennynugrohomail@gmail.com
http://www.facebook.com/denny.nugroho
http://www.twitter.com/dennynugroho

Belajar di Kelas dengan Smartphone


Masih teringat dalam ingatan ketika dulu saya belajar di sekolah (SDN Arcamanik, SMP Muhammadiyah 8 Bandung, dan SMUN 23 Bandung) belum ada smartphone atau biasa di sebut telepon pintar. Dulu mencari informasi pastilah melalui media cetak seperti koran atau selebaran yang di sebar di masjid. Berbeda 360 derajat dengan sekarang di mana mencari informasi sangatlah mudah, semudah menekan tombol di touch screen telepon pintar lalu muncul informasi yang dibutuhkan.

Penggunaan smartphone di dalam kelas ketika sekolah sudah pasti dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar tentunya dengan melalui proses pengarahan oleh sang guru. Smartphone selain memiliki kemampuan dalam berinternet juga memiliki ribuan aplikasi yang dapat digunakan sebagai proses atau media belajar mengajar. Oleh karena itu sayang sekali apabila smartphone tidak digunakan sama sekali dalam proses belajar mengajar di kelas.

Coba bayangkan ketika guru mengajar pelajaran yang cukup rumit tanpa menggunakan visualisasi atau simulasi, dapat dipastikan siswa akan merasa bosan dan tidak jarang juga ketiduran di dalam kelas. Namun perlengkapan simulasi maupun visualisasi harganya sangat lah mahal dan belum tentu semua guru bahkan sekolah mampu membeli perlengkapan tersebut. Lalu mengapa guru tidak menggunakan smartphone atau telepon pintar yang sekarang rata-rata para siswa memiliki telepon pintarnya sendiri dalam proses belajar mengajar di kelas.

Guru tinggal mengarahkan para siswa untuk berkunjung ke berbagai website yang memiliki literatur yang berkaitan dengan pelajaran yang diajarkan atau gunakan aplikasi aplikasi yang tersedia gratis di google play, apple store atau knowledge store yang ada di http://www.goesmart.com. Dengan demikian pekerjaan guru akan sedikit berkurang bebannya dan lebih mengarahkan siswa untuk belajar sendiri serta melakukan diskusi bersama guru maupun teman-temannya. Bukan hal mustahil juga ke depannya para siswa akan belajar berdasarkan proyek atau biasa di sebut dengan project based study.

Dengan demikian siswa akan lebih aktif menggunakan smartphone-nya dan guru pun akan lebih mudah dalam memberikan pelajaran.