Waduh, bingung nih mau nulis apa. Secara, dah lama banget ngga nulis blog. Nulis apa ya, mmm…karena aku seneng ama dunia bisnis jadi konsen di situ aja kali ya.
Hari ini tanggal 07 maret 2008 secara resmi situs bisnis-ku dah di luncurkan. Situs-nya bernama www.woodvehicle.com (liat ya situsnya, kalau beli barang-nya terima kasih banget). Mungkin situs ini merupakan alat pertama-ku dalam berbisnis online.
Para pembaca tau ngga, demi ingin berpindah kuadran aku rela-relain keluar dari pekerjaanku di dunia hiburan (Trans7). Padahal kerjaannya asyik loh liat artis, kenalan sama artis trus makanan dapet gratis. Cuma satu yang ngga ku suka, waktu-ku cuma buat kantor doank. Bayangin, masa seumur hidup aku harus terkungkung di dunia hiburan dan hasil keringat-ku cuma di kasih ke kantor doank (aku juga dapet sih,tapi yah buat sekedar hidup sih ok deh).
Nah setelah keluar dari Trans7 (karena resign,ngga dapet pesangon hiks..hiks..) mulailah pencarian jati diri dengan mencoba berbisnis. Saya mencari-cari bisnis apa yang bagus dan bermodal kecil…setelah menimbang-nimbang,akhirnya saya putuskan untuk berbisnis di bidang makanan alias jualan dengan harapan bisa meraih untung yang banyak.
Yah tapi apa mau di kata, mau meraih untung malah buntung yang di dapat. Karena ngga punya pengalaman dalam hal masak-memasak dan jual-menjual, saya jadi langsung patah arang. Tapi pengalaman yang di peroleh cukup menarikjuga. saya coba masak ikan bakar sama cumi bakar, karena ingin buka rumah makan seafood. Nah saya kan pake kompor gas buat bakar ikan. Saya nyalakan kompor-nya lalu saya taruh ikan itu di atas panggangan. Awalnya sih oke-oke aja, tapi lama-kelamaan kok ada yang aneh ya. Asapnya semakin tebal dan berwarna hitam pekat. Ku pikir ini berasal dari ikan bakarnya, tapi kok berbau karet yang di bakar. Masa ikan mateng baunya karet, wah ada yang aneh nih. Saya baru sadar waktu apinya tambah besar dan mencapai dinding atas rumah. Waaa…tolooong kebakaran, jerit saya. Saya bergegas ambil air di kamar mandi, langsung saya banjur ke kompor gas. ‘berhasil, apinya mati’, tapi cumi-nya item banget…aduuh gagal deh bikin cumi.
Wah kalo gini si, kayaknya dunia masak-memasak bukan dunia-ku. Tapi yang nama-nya usaha, kalo sekali gagal bukan berarti gagal selamanya. Itu adalah pembelajaran. Dan memang betul saya mendapatkan hikmah dari kegagalan itu. So saya lanjutkan belajar masak-nya,tapi pada akhirnya saya putuskan untuk tidak membuat bisnis makanan. Tapi jika suatu hari nanti saya punya uang yang cukup untuk bikin restoran sea food, saya mau nyemplung lagi di dunia kuliner karena prospek-nya besar sekali (omset per bulan bisa mencapai 20 juta s.d 2 nilyar). Tapi dengan catatan, saya hanya jadi owner atau manajer saja dan untuk yang mengelola masalah makanan akan saya datangkan dari luar. Karena saya berpikir, jika ingin memperoleh keuntungan yang besar datangkanlah orang-orang yang memang memiliki kemampuan terbesar di bidangnya. Kalau belajar dulu baru berbisnis, terlalu lama bung. Meskipun belajar itu penting.
So…hikmah yang saya ingin bagi dengan anda semua adalah jika anda punya modal sedikit dan ingin membuat sebuah usaha, carilah usaha yang sesuai dengan keahlian anda sehingga anda tidak perlu membuang-buang waktu dan uang hanya untuk belajar. Kecuali anda masih bekerja dan menghasilkan uang dari pekerjaan itu.
Semoga tulisan pertama-ku ini bisa memberikan inspirasi bagi anda semua.
Denny Nugroho
www.woodvehicle.com
Komentar Terakhir