Arsip untuk Maret 25th, 2008

25
Mar
08

PIKIRKAN TERBALIK DARI APA YANG DIPIKIRKAN SEKARANG

Judul di atas adalah sebuah judul unik yang memang tidak ada salahnya untuk di bahas dan dimengerti.

Sebenarnya bagaimana caranya agar kita bisa menjual barang lebih banyak dari yang lain? Mungkin anda akan menjawab : cari pembeli sebanyak mungkin, buat produk yang istimewa, dll.

Yah mungkin saat ini anda berpikir lebih luas daripada saya. Mungkin anda berpikir bahwa mencari pembeli sebanyak mungkin sangat harus dilakukan.

Saya akan memberikan satu cara lagi agar penjualan anda meningkat pesat. Caranya adalah dengan BERPIKIR BERLAINAN DENGAN APA YANG ANDA PIKIRKAN SAAT INI. Jadi apabila anda berpikir untuk menjual produk dengan mencari produk sebanyak mungkin maka anda bisa berpikir sebaliknya yaitu menjual produk dengan hanya mencari satu pembeli saja atau bahkan anda tidak perlu mencari pembeli tapi biarkan pembeli yang datang ke anda.

Apabila penjual-penjual konvensional menjajakan barangnya dengan cara menjajakan di meja, maka anda melakukan hal yang berbeda dari itu. Misalnya saja anda tidak menjajakan barang dagangan anda di meja, namun anda menjajakan barang dagangan anda di mobil, di atas kepala orang, di atas badan harimau, atau di tempat-tempat lain yang beda dengan para penjual yang menjajakan produk-nya di meja.

Jika anda tahu mengenai sejarah bagaimana J.CO bisa menjadi toko donat yang disegani, di kenal, dan mampu mengalahkan dominasi Dunkin Donut’s di kancah perdonatan dunia dalam waktu yang sangat singkat, itu dikarenakan J.CO melakukan cara pemasaran yang berbeda dengan toko-toko donat lainnya. Apabila toko-toko donat lainnya tidak mau resepnya atau cara pembuatan donat-nya diketahui oleh orang lain, maka J.CO berpikiran beda. Toko ini lebih memilih cara pembuatan donat yang bisa langsung di lihat oleh para pembelinya. Inilah kekuatan dari berpikir sebaliknya dari apa yang dipikirkan orang atau anda saat ini. Pendiri J.CO tahu dan sudah sangat mengenal rumus itu.

JIka anda tahu salah satu cara agar orang tertarik dengan sebuah produk, maka salah satu caranya adalah anda harus membuat sesuatu yang luar biasa pada produk atau pelayanan yang anda lakukan. Dengan begitu orang akan berpaling pada produk anda karena anda menawrkan sesuatu yang beda dan luar biasa dari pada perusahaan yang lain. Coba baca postingan saya sebelumnya yang membahas mengenai iklan.

Cara ini bisa dilakukan di semua bisnis di dunia ini. Apapun bisnis anda, apabila anda merasa tidak berkembang dan keuntungan yang anda peroleh hanya itu-itu saja. Maka pikirkan cara yang berkebalikan dari cara yang anda atau penjual lain pikirkan saat ini. Dengan begitu anda bisa mendapatkan peluang untuk meningkatkan keuntungan yang anda peroleh.

Saya akan memberikan contoh analisa BERPIKIRAN TERBALIK pada perusahaan telekomunikasi.

Jika kita lihat dari iklan di TV, majalah, pamflet, papan reklame, dan peralatan iklan lainnya maka bisa di lihat bahwa perusahaan-perusahaan telekomunikasi seperti TELKOMSEL, INDOSAT, XL, 3, dll berlomba-lomba memperoleh pelanggan baru dengan cara menurunkan tarif gila-gilaan. Bahkan INDOSAT dan XL berani untuk memberikan tarif murah sebesar 0,00000000000….1 per detik-nya.

Lalu jika saya ingin meluncurkan operator baru misalnya saja saya ingin meluncurkan produk baru bernama TIKTEL (Detik Telekomunikasi). Lalu apa yang harus saya tawarkan kepada para pelanggan yang rata-rata sudah di ambil produk lain. Apalagi produk lain itu, menawarkan tarif semurah itu. Apakah saya dengan produk baru saya bisa bertahan hidup hanya dengan menawarkan tarif lebih murah atau bahkan gratis. Sepertinya untuk mencapai BEP dalam waktu 10 tahun sangat sulit dan bukan tidak mungkin malah saya merugi berjuta-juta dolar. Lalu bagaimana caranya?

Oke, operator lain berpikiran untuk menawarkan tarif yang sangat murah kepada orang pelanggan lain. Mmmm….saya coba pikirkan yang berlainan dengan tarif murah itu. Tentu saja kata murah memiliki lawan kata mahal. Aha…berarti lebih baik saya memberikan tarif yang mahal daripada lawan-lawan saya.

Dengan tarif yang lebih mahal ini, saya lebih menyasar ke kalangan atas atau segmen A. Segmen A memiliki uang yang sangat banyak, dan mereka juga tidak memerlukan kata-kata gratisan, atau murah. Yang mereka inginkan hanyalah koneksi yang bagus, dan pelayanan yang bagus pula. Sehingga mereka akan membayar berapapun untuk memperoleh layanan seperti itu.

TELKOMSEL melakukannya dan tetap saja operator ini menduduki peringkat pertama di antara operator lain. Lantas, bagaimana caranya agar saya bisa bersaing dengan TELKOMSEL yang notabene umurnya sudah sangat tua. Oke mari kita analisis kebalikannya, dan jangan di lihat dari segi tarif karena itu sudah kita analisis.

TELKOMSEL memiliki keunggulan dalam hal koneksi, teknologi, SDM, dan jumlah BTS-nya. TELKOMSEL juga memiliki banyak pelanggan di segmen A dan B. Namun pengalaman yang diperoleh pelanggannya dari TELKOMSEL sedikit sekali. Terutama kalangan segmen B dan C yang menggunakan jasa TELKOMSEL. TELKOMSEL memberikan pengalaman lebih ke tingkat koneksi dan sangat jarang sekali TELKOMSEL memberikan pengalaman lebih besar ke masyarakat banyak.

Jika kita lihat keunggulan operator lain selain TELKOMSEL adalah pengalaman yang diperoleh para pelanggannya. INDOSAT mengeluarkan SMS berlima, XL sering mengadakan konser musik, dll. TELKOMSEL sangat jarang melakukan hal-hal seperti itu.

Ini berarti saya punya salah satu kata yang bisa saya gunakan yaitu kata JARANG, dan kebalikan dari kata JARANG adalah SERING. Aha….berarti untuk mengalahkan TELKOMSEL saya harus SERING memberikan pengalaman kepada calon pelanggan dan pelanggan TIKTEL.

Saya akan membuat dan memberikan semua layanan-layanan yang sudah tersedia di operator-operator selain TELKOMSEL namun TELKOMSEL sendiri belum memiliki/menggunakan layanan itu. Tentu saja dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan operator lain. Karena kata kunci sebelumnya adalah MAHAL.

Berikut ini adalah hasil analisa BERKEBALIKAN saya:

  • Membuat Tarif Lebih Mahal Dibandingkan Dengan Operator Lain

  • Memberikan Layanan-Layanan yang Sudah Ada di Operator-Operator Selain TELKOMSEL

  • Memberikan Pengalaman Positif Kepada Para Pelanggan dalam Menggunakan TIKTEL

Itulah cara-cara BERKEBALIKAN untuk mengembangkan bisnis telekomunikasi saya dengan produk bernama TIKTEL.

Jadi untuk memperoleh pelanggan yang banyak buatlah cara-cara yang berkebalikan dari apa yang anda pikirkan saat ini. Itu adalah salah satu cara agar produk anda bisa berkembang dan mendatangkan keuntungan yang lebih besar daripada yang lain.

25
Mar
08

ARTI SEORANG PEMBELI

Apa arti seorang pembeli bagi seorang penjual? Bagaimanakan hubungan antara pembeli dan penjual? Apa pengaruh pembeli terhadap penjualan produk? Apa yang harus dilakukan untuk memperoleh pembeli lebih banyak lagi? Bagaimana cara agar pembeli bisa menjadi pelanggan yang setia?

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang harus di jawab dan dipahami oleh semua penjual di muka bumi ini. Dengan memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, maka keuntungan akan datang secara otomatis.

Kita coba bahas semua pertanyaan-pertanyaan di atas.

APA ARTI SEORANG PEMBELI BAGI SEORANG PENJUAL?

Seorang pembeli seharusnya memiliki peranan dan makna yang paling utama bagi seorang penjual. Namun seringkali kita dapati para penjual yang memberikan pelayanan setengah-setengah atau bahkan buruk kepada calon pembeli-nya. Ini baru calon, belum menjadi pembeli.

Menurut saya ada tiga tahapan pembeli yang membangun, dan tahapan itu memiliki ‘jenjang karir’ sendiri. Tahap pertama adalah calon pembeli. Apabila produk atau jasa yang anda tawarkan masih baru dan membutuhkan seorang calon pembeli, maka apa yang harus dilakukan. Pasti anda akan sangat bersemangat sekali dalam melakukan perburuan calon pembeli ini, betul kan?.

Namun ketika calon pembeli anda naik tingkat menjadi pembeli, maka apa yang sebaiknya anda lakukan. Pasti anda akan menawarkan produk-produk anda yang lain, dan berusaha untuk melakukan perubahan persepsi pada pembeli anda. Misalkan saja anda menawarkan produk anda yang lain ketika si pembeli sudah ‘tertarik’ pada produk yang sebelumnya anda tawarkan. Jadi melakukan ekspansi produk secara berkelanjutan untuk memperoleh keuntungan lebih banyak lagi ketika calon pembeli berubah fase menjadi pembeli. Itulah yang harus dilakukan oleh seorang penjual terhadap calon pembeli yang baru berubah fase menjadi pembeli.

Lalu bagaimana tahapan ketiga ketika si pembeli menjadi pelanggan. Apabila anda berhasil mengubah fase pembeli menjadi seorang pelanggan, maka anda sudah sukses dalam menjual produk. Inilah tahapan yang dinanti-nantikan seorang penjual, karena seorang pelanggan akan membawakan keuntungan yang otomatis datang kepada si penjual. Kok bisa? Yap, ini dikarenakan seorang pelanggan akan terus datang dan membeli produk dari penjual langganannya, selain itu seorang pelanggan juga akan membicarakan produk-produk anda (secara gratis) kepada teman-temannya atau sanak famili-nya. Hal itu sangatlah luar biasa, karena anda mendapatkan berbagai keuntungan dimana keuntungan terbesar adalah anda bisa beriklan secara gratis dan lebih efektif untuk memperoleh pembeli yang baru dan membuat pembeli itu menjadi seorang pelanggan. Itulah dasar dari jaringan pemasaran !

BAGAIMANAKAH HUBUNGAN ANTARA PEMBELI DAN PENJUAL?

Seorang pembeli akan selalu mencari produk-produk yang lebih baik daripada produk-produk sebelumnya. Oleh karenanya untuk menjaga agar pembeli tidak mencari produk yang lain, maka seorang penjual haruslah memiliki kemampuan dalam menawarkan produk, memberikan penawaran terbaik, dan menjaga hubungan dengan si pembeli.

Hal ini sangatlah penting, karena untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak seorang pembeli harus diperlakukan demikian. Namun, jangan berorientasi pada uang saja tapi berorientasilah pada network yang sedang di bangun. Jika network anda semakin luas, maka semakin terbukalah peluang-peluang dan pembeli baru.

APA PENGARUH PEMBELI TERHADAP SEBUAH PRODUK?

Jawaban pertanyaan ini adalah SANGAT BESAR. Apabila produk si penjual tidak bagus namun si penjual melebih-lebihkan produ-nya, maka di jamin akan keluar kata-kata yang tidak mengenakkan dari si pembeli ketika menggunakan produk. Jadi untuk menghindari hal-hal tersebut, jujurlah pada semua pembeli anda. Jangan membuat atau menambah-nambahkan sesuatu yang tidak ada pada produk yang anda jual.

APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MEMPEROLEH PEMBELI LEBIH BANYAK LAGI?

Coba anda pilih cara terbaik dari cara-cara ini yang bertujuan untuk mendapatkan pembeli.

  1. Mencari banyak calon pembeli,

  2. Mencari satu calon pembeli.

Pilihan pertama lebih berkonsentrasi dalam hal meningkatkan trafik (kunjungan) ke toko anda, semakin besar trafik-nya semakin besar pula produk anda terjual. Sedangkan pilihan kedua lebih berkonsentrasi kepada jaringan (network) potensial, yang artinya anda lebih condong untuk memberikan servis terbaik pada satu pelanggan daripada memberikan servis yang nanggung ke banyak pelanggan.

Kedua pilihan ini bisa digunakan untuk kondisi yang berbeda-beda. Pilihan pertama sangat bisa digunakan apabila produk anda di jual di toko. Di mana semakin banyak orang yang tertarik dengan produk anda, maka semakin banyak pula keuntungan yang anda peroleh. Jadi jika produk anda kurang bagus dan harganya tidak sesuai dengan harapan mereka, maka siap-siap saja untuk kehilangan pembeli potensial.

Namun pilihan kedua, bisa digunakan di berbagai kondisi. Biasanya pilihan kedua digunakan untuk produk-produk yang bersifat jasa. Apabila jasa yang anda berikan pada pembeli sangat memuaskan maka diyakini akan semakin banyak pembeli yang datang untuk menggunakan jasa anda. Selain itu meskipun produk anda mahal dan kurang bagus, namun si pembeli akan lebih memilih produk anda karena anda memberikan servis terbaik pada pembeli potensial ini. Selain itu dari pembeli potensial ini anda akan memperoleh pembeli-pembeli potensial lainnya.

Jadi mana pilihan yang anda pilih, apakah anda mementingkan trafik atau pelanggan potensial.

BAGAIMANA CARANYA AGAR PEMBELI BISA MENJADI PELANGGAN SETIA?

Jika dari pertanyaan sebelumnya anda menjawab pilihan kedua, maka anda bisa mengubah seorang pembeli menjadi pelanggan setia.